Penyakit Asma Dalam Perjalanan

Asma merupakan Proses inflamasi (peradangan) kronik pada saluran  pernapasan dengan tanda dan gejala yang bersifat periodik berupa mengi, sesak, napas, dada terasa berat, batuk-batuk terutama pada malam hari atau dini hari/subuh. Gejala ini berhubungan dengan luasnya inflamasi, derajatnya bervariasi dan bersifat reversible secara spontan maupun dengan atau tanpa pengobatan (GINA, 2023).

Bagi pasien dengan asma, penting untuk memeriksakan diri kepada dokter sebelum penerbangan untuk menentukan kelaikan terbang, mengatur dosis dan jenis obat-obatan yang dibawa, serta mempertimbangkan untuk membawa persediaan obat atau resep tambahan selama perjalanan termasuk obat-obatan pengendali asma dan obat-obatan darurat. Ini penting untuk memastikan bahwa pengidap asma dapat mengelola serangan asma yang mungkin terjadi selama perjalanan, sehingga tidak mengganggu kenyamanan dan keselamatan.

Sebagai bagian dari persiapan sebelum penerbangan, pasien dengan asma juga perlu mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kondisi mereka, seperti perubahan suhu, kelembaban udara, dan paparan alergen (debu, kecoa, bulu binatang, serbuk sari dari pohon, rumput, dan bunga, alergi terhadap makanan tertentu seperti asap rokok, asap pembakaran sampah, dan polusi udara, bahan kimia dalam produk rumah tangga dan kosmetik, wewangian dalam parfum)  atau produk lainnya. Persiapan ini membantu mengurangi risikoterjadinya serangan asma selama penerbangan.

Ilusitrasi gambar : Liputan 6.com

Pasien penyakit paru-paru yang akan melakukan perjalanan harus diperiksa  oleh dokter maupun dokter spesialis paru sebelum terbang, membawa  obat obatan dan memberi tahu maskapai penerbangan terlebih dahulu jika diperlukan perlakuan khusus dalam penerbangan nanti

Oksimetri nadi adalah tes skrining termudah yang dapat dilakukan. Sebelumnya seseorang dengan saturasi oksigen >95% saat istirahat dianggap tidak membutuhkan oksigen saat terbang. Pasien dengan saturasi istirahat saturasi istirahat <92% pada udara ruang  harus menggunakan oksigen tambahan selama penerbangan karena risiko hipoksemia lebih besar di ketinggian.

Spirometri biasanya direkomendasikan pada orang dengan gejala penyakit paru atau paru akut atau kronis. Ada beberapa prosedur yang digunakan untuk menilai kelayakan seseorang untuk terbang, yaitu tes berjalan .

Ilusitrasi gambar : CNN Indonesia

Pemeriksaan kondisi fisik serta riwayat penyakit sebelumnya yang mungkin menjadi risiko selama perjalanan perlu diketahui sebelum perjalanan dimulai . Tujuan wisata dan kegiatan selama wisata juga perlu diperhatikan. Apabila tujuan wisata ke daerah dengan padat penduduk dan banyak asap atau polusi yang banyak juga perlu diperhatikan pengaturan obat.

Pastikan membawa cukup obat-obatan asma yang diperlukan selama perjalanan. Ini termasuk obat pengendali asma harian dan obat darurat untuk mengatasi serangan asma yang tiba-tiba. Periksa ketersediaan obat-obatan dan pastikan bahwa mereka belum kedaluwarsa. Jika obat dalam bentuk inhaler, pastikan bahwa tabung inhaler masih memiliki cukup jumlah dosis. Diskusikan dengan dokter tentang rencana penggunaan obat-obatan selama perjalanan, termasuk dosis dan jadwal penggunaan yang tepat.

Berbahayakah Terkena Sinar Matahari Yang Berlebihan Untuk Kesehatan

Sinar matahari atau ultraviolet (UV) menjadi bahan alami yang mampu mencukupi asupan vitamin D tubuh. Salah satu manfaatnya yaitu membantu proses pembentukan tulang pada anak. Pada orang dewasa, paparan sinar UV efektif membantu melindungi tulang tetap sehat dan kuat seiring dengan bertambahnya usia. Manfaat lainnya yaitu menjaga kepadatan tulang guna mencegah osteoporosis.

Meski bermanfaat, paparan sinar matahari berlebih juga bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Dampak panas yang dirasakan oleh tubuh tidak hanya sebatas rasa tidak nyaman namun juga dapat berdampak buruk terhadap kesehatan kita. Berikut adalah beberapa dampak cuaca panas terhadap kesehatan yang perlu diperhatikan.

Dampak Kesehatan dari Terkena Sinar Matahari yang Berlebihan

paparan sinar matahari berlebihan dapat merusak serat kolagen dan elastin (lapisan dermis) pada kulit. Kondisi ini bisa berujung pada beberapa efek samping berikut:

  1. Kerusakan kulit

Kulit bisa terbakar atau mengalami sunburn apabila terlalu lama berjemur di bawah sinar matahari, biasanya ketika berjemur hingga lebih dari 15–30 menit. Warna kulit saat terbakar akan tampak kemerahan, bahkan kecoklatan. Tak hanya itu, kulit jadi terasa perih saat tersentuh.

  1. Risiko kanker kulit

Kanker kulit disebabkan oleh perubahan (mutasi) genetik pada sel kulit. Penyebab perubahan itu sendiri belum diketahui secara pasti, tetapi diduga akibat paparan sinar matahari yang berlebihan.

Sinar ultraviolet dari matahari dapat merusak kulit dan memicu pertumbuhan yang tidak normal pada sel kulit. Kondisi ini berpotensi berkembang menjadi kanker.

  1. Penuaan dini kulit

Tak hanya membakar kulit, kebiasaan terlalu sering berjemur di bawah sinar matahari juga dapat menyebabkan terjadinya penuaan dini pada kulit. Sinar matahari bisa menembus langsung ke lapisan tengah kulit (dermis) yang menyebabkan sel elastin dalam kulit menumpuk secara abnormal. Ketika jumlah sel elastin telah cukup banyak, enzim akan memecah kolagen serta elastin kulit, yang kemudian muncul perubahan pada struktur kulit.  Hal ini bisa membuat kulit tampak kering dan kusam, serta muncul keriput dan bintik atau noda kehitaman.

  1. Heat exhaustion

Heat exhaustion adalah kelelahan yang muncul setelah tubuh terkena suhu tinggi. Kondisi ini sering terjadi bersamaan dengan dehidrasi. Terdapat dua jenis heat exhaustion, yakni kelelahan akibat kehilangan air dan kehilangan garam. Walau heat exhaustion tidak seserius heat stroke, kondisi ini tidak dapat Anda anggap ringan.

Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini mungkin berkembang jadi heat stroke yang dapat merusak otak dan organ vital, bahkan menyebabkan kematian. Heat exhaustion sangat umum ditemui dan dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun.

  1. Heat stroke

Dampak terburuk dari paparan sinar matahari yang berlebihan adalah terkena heatstroke. Heatstroke adalah kondisi medis yang terjadi ketika suhu tubuh meningkat hingga 40°C atau lebih tinggi biasanya disertai dehidrasi. Heatstroke dapat terjadi ketika seseorang terkena paparan suhu panas dari lingkungan sekitar di luar batas toleransi tubuhnya, misalnya saat cuaca sangat panas yang bisa terjadi sebagai salah satu efek dari global warming. Kondisi ini dapat dialami siapa saja, tetapi risiko bayi dan lansia mengalami heatstroke cenderung lebih tinggi.

Gejala heat stroke yang paling utama adalah ketika suhu inti tubuh mencapai lebih dari 40°C. Pingsan setelah terkena panas berlebihan juga menjadi ciri-ciri heat stroke. Gejala lainnya seperti  kulit kemerahan, panas dan kering, kepala pusing, mual, detak jantung cepat, kejang, bahkan koma. Heatstroke merupakan kondisi medis yang serius dan memerlukan penanganan segera agar tidak berdampak buruk pada organ tubuh.

Bagaimana Cara Menghindari Dampak Buruk Dari Terkena Sinar Matahari yang Berlebihan?

Meskipun terkena sinar matahari dengan kuantitas tertentu dapat membantu tubuh mendapatkan vitamin D yang dibutuhkan, terkena sinar matahari yang berlebihan dapat berbahaya. Berikut adalah beberapa tips untuk menghindari dampak buruk dari sinar matahari yang berlebihan.

  • Lindungi kulit dari paparan langsung sinar matahari

Selalu gunakan sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan. Sunscreen dengan kandungan SPF 30 atau lebih sangat disarankan. Selain itu gunakan kacamata, topi dengan tepi yang lebar atau gunakan payung.

  • Hindari aktivitas di luar ruangan pada puncak siang hari Pada puncak siang hari, sinar matahari terik dan suhu udara sangat tinggi. Hindari aktivitas di luar ruangan pada pukul 10 pagi hingga 3 sore.
  • Kenakan pakaian yang sesuai

Kenakan pakaian yang longgar dan berbahan ringan saat beraktivitas di luar ruangan. Hindari penggunaan pakaian berwarna gelap dan ketat.

  • Tetap terhidrasi Minum cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Jangan tunggu merasa haus baru minum, tetapi minum secara teratur.

Kesimpulan

Cuaca panas dapat berdampak buruk bagi kesehatan kita dan setiap orang berisiko mengalami efek sinar matahari semakin lama berada di bawah sinar matahari dan semakin tinggi intensitas paparannya. Risiko yang bisa terjadi, seperti kulit terbakar, heatstroke, dan meningkatkan risiko kanker kulit. Selalu hindari paparan sinar matahari berlebihan. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan krim tabir surya, baju berlengan panjang, atau topi untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari dan tetap terhidrasi untuk mencegah dampak buruk dari terkena sinar matahari yang berlebihan. Jangan lupa selalu menjaga kesehatan dan keamanan diri saat beraktivitas di luar ruangan.

Surat Keterangan Laik Terbang ?

Surat keterangan laik terbang merupakan salah satu dokumen yang diperlukan bagi penumpang pesawat udara yang dalam kondisi sakit dan dalam kondisi khusus seperti ibu hamil. Surat keterangan laik terbang atau disingkat SKLT diterbitkan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan yang ada di setiap bandara diseluruh Indonesia. SKLT merupakan sertifikat kesehatan atau dokumen kesehatan resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang dibutuhkan oleh maskapai penerbangan yang menyatakan bahwa calon penumpang dalam keadaan laik terbang ataupun tidak laik terbang. Sebagian besar maskapai juga memiliki konsultan  kesehatan yang akan memberikan rekomendasi yang dimaksud dalam bentuk formulir informasi medikal (MEDIF).

Selama penerbangan ruang kabin pesawat terbang merupakan suatu tempat dengan lingkungan khusus yang dapat mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan penumpang terutama yang mengidap penyakit tertentu. Efek dari ketinggian, masalah ergonomik, variasi iklim, terbang lama dan faktor-faktor fisik serta fisiologis lainnya harus diperhatikan. Selain itu juga perlu dipertimbangkan adanya keterbatasan ruang dan fasilitas dalam kabin, stres fisik dan mental selama menunggu pada saat keberangkatan dan kedatangan, kelelahan dalam perjalanan, dan estetika penempatan pasien dalam kabin. Adanya orang sakit dalam pesawat terbang memerlukan penanganan yang tepat untuk memberikan kenyamanan yang maksimal bagi penumpang sakit/pasien dan meminimalkan timbulnya gangguan bagi penumpang lain. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebelum diputuskan apakah seseorang yang sakit boleh melakukan perjalanan melalui udara.

 

IATA (International Air Transport Association) memberlakukan ketentuan tentang penumpang sakit yang diperkenankan untuk boleh diangkut dengan pesawat terbang, diharuskan menggunakan formulir MEDIF (Medical Information Form for Air Travel) sebelum penumpang tersebut memastikan keberangkatan. Formulir yang telah diisi tersebut kemudian harus mendapatkan persetujuan dari unit kesehatan di bandara dengan rekomendasi dari dokter berwenang, yaitu dokter yang memenuhi pesyaratan atau keahlian dalam bidang kedokteran penerbangan dari Balai Kekarantinaan Kesehatan yang ada di bandara atau dokter dari perusahaan penerbangan.

Beberapa kondisi kesehatan yang merupakan kondisi yang tidak diizinkan oleh maskapai penerbangan untuk calon penumpang melakukan perjalan­an adalah sebagai berikut :

  • Gagal jantung akut atau gagal jantung kronis yang tidak terkontrol.
  • Angioplasty dengan atau tanpa stent dalam jangka waktu kurang dari 2 hari.
  • Angiography kurang dari 24 jam
  • Cedera kepala dalam jangka waktu 10 hari.
  • Penyakit asma dalam serangan akut dan asma yang tidak terkontrol.
  • Kanker paru yang sedang dalam pengobatan radioterapi ataupun kemoterapi
  • Serangan stroke kurang dari 4 hari
  • Kehamilan janin single diatas usia 36 minggu kehamilan.
  • Kehamilan janin multiple atau kembar diatas usia 32 minggu kehamilan
  • Bayi berusia kurang dari tujuh hari.
  • Bayi dengan gangguan pernafasan dan/atau penyakit paru menahun.
  • Kondisi anemia dengan kadar hemoglobin <8.5 g/dL.
  • Penyakit “sickle cell anemia” yang baru terjadi < 10 hari dan menjadi perhatian kebutuhan penggunaan oksigen.
  • Penyakit infeksi telinga bagian teng­ah atau paska operasi telinga kurang dari 10 hari.
  • Pasca operasi dada kurang dari 10 hari
  • Pasca operasi dinding perut dalam jangka waktu kurang dari 10 hari.
  • Pasca tindakan lapararoskopi dalam jangka waktu kurang dari 4 hari.
  • Pasca operasi tulang tengkorak dalam jangka waktu tujuh hari.
  • Pasca operasi katarak dalam jangka waktu kurang dari 24 jam.
  • Pasca operasi intra okular kurang dari 7 hari
  • Pasca operasi tulang belakang dalam waktu kurang dari 7 hari.
  • Episode psikosis akut terjadi dalam waktu 30 hari
  • Penyakit epilepsy yang tidak terkontrol.
  • Penyakit tuberculosis yang tidak diobati dan yang tidak berespon terhadap pengobatan.
  • Penyakit infeksi seperti Cacar air, Herpes, campak, Mumps, Difteri, dan Rubella yang masih dalam keadaan infeksius atau menularkan.

Bagi beberapa kondisi kesehatan yang tidak termasuk dalam daftar tersebut di atas, maka calon penumpang harus berkonsultasi dengan dokter ahli kesehatan penerbangan untuk mendapatkan rekomendasi tertulis dari dokter ahli yang dimaksud, sehingga maskapai penerbangan dapat melakukan persiapan yang diperlukan untuk membantu calon penumpang untuk dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman dan juga tidak mengganggu kenyamanan atau mengancam keselamatan penumpang lainnya.

Bagi penumpang yang membutuhkan layanan surat keterangan laik terbang di Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid bisa didapatkan di klinik Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram wilayah kerja Bandara Internasional Zainudin Abdul majid yang terletak di terminal keberangkatan domestik ( Check-in ) dengan nomer call center 081337141140 .

Kegiatan Fogging Dalam Rangka Pengendalian Kasus DBD Diwilayah Kerja BKK Kelas I Mataram

Fogging memiliki arti yaitu pengasapan dengan menyemburkan racun pembunuh nyamuk dewasa atau biasa disebut InsektisidaFogging sering dilakukan di beberapa pemukiman dengan alasan untuk membunuh nyamuk Aedes Aegypti [Aedes Sp].

  1. Fogging Bukan Pencegahan

Fogging bukan merupakan cara mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes Sp. yang ada disekitar kita. Cara utama dan penting untuk pencegahan nyamuk DBD yaitu dengan melakukan PSN3M Plus. Selain itu, fogging hanya mematikan nyamuk dewasa saja, sedangkan telur dan jentik nyamuk, tidak akan mati dengan fogging. Namun akan tetap hidup dan berkembang menjadi nyamuk dewasa dalam 2-6 hari.

  1. Fogging Yang Terlalu Sering Dapat Mengakibatkan Nyamuk Kebal

Melakukan fogging secara terus menerus bukan membuat nyamuk “K.O”, tapi malah menjadikan nyamuk kebal terhadap racun serangga yang terdapat di asap fogging tersebut [resisten]. Nyamuk sudah mengalami resistensi terhadap racun tersebut karena sudah mengenali jenis racun yang disemprotkan, sehingga bisa menghindari asap. Selain itu, metabolisme tubuh nyamuk juga sudah mengenali jenis racun sehingga jika terpapar kembali, tubuh nyamuk sudah kebal alias terbentuknya antibodi nyamuk.

  1. Fogging Penting Dilakukan Untuk Pengendalian Kasus

Biasa dinamakan Fogging Fokus, karena tujuannya untuk mengentaskan nyamuk dewasa penyebab DBD atau memutus penularan kasus di suatu wilayah/area. Syarat dilakukan Fogging Fokus adalah Penyelidikan Epidemiologi [PE] menunjukkan hasil positif di wilayah penderita DBD dan ditemukan penderita DBD lainnya atau ada penderita demam lain. Selain itu, ditemukan jentik di wilayah yang terjangkit DBD.

Fogging akan dilakukan ketika aktifitas puncak nyamuk DBD, seperti pagi hari di 07.00 – 10.00 dan sore hari di jam 16.00 – 18.00. Fogging fokus akan dilakukan saat kondisi cuaca sedang tidak hujan, berangin kencang atau terik matahari dan dilakukan baik di luar maupun di dalam rumah dengan radius 100 meter dari rumah penderita DBD sebanyak 2 siklus dengan interval waktu 1 minggu.

  1. Dilakukan Oleh Fasilitas Kesehatan

Fogging fokus dilakukan dua siklus interval dalam satu minggu, dan wajib dilakukan oleh tenaga terlatih. Karena seperti kita ketahui fogging itu menyebarkan racun sehingga harus hati-hati dalam penggunaanya, tenaga terlatih ini mengetahui jenis kandungan cairan yang digunakan, alat dan perlindungan diri yang dibutuhkan, serta titik-titik penyemprotan dilakukan dimana saja.

  1. Satu Rumah di Fogging, Semua Rumah Wajib Fogging

Wajib! Karena jika ada satu rumah di wilayah fogging tidak diikutsertakan, maka ada kemungkinan nyamuk DBD ini akan “lari” ke rumah tersebut dan kembali menyebar setelah racun fogging hilang. Oleh karena itu, baiknya pihak RT memberitahukan ke warga 1X24 Jam jika ingin melakukan fogging fokus.

Sebelum dilakukan fogging, setiap rumah pun wajib melakukan hal seperti berikut;

> Menyimpan/menutup semua makanan/bahan makanan dan air minum

> Mengamankan hewan peliharaan

> Semua penghuni keluar dari rumah saat pelaksanaan fogging dan boleh masuk kembali sekurang-kurangnya 30 menit setelah fogging

Intinya semua masyarakat tetap waspada terhadap Demam Berdarah Dengue dan melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan masing-masing. Lakukan PSN 3M Plus minimal sekali seminggu, di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di lingkungan kita, karena mencegah lebih baik.

Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram melaksanakan kegiatan Pengendalian Faktor Resiko Penyakit DBD (Fogging) di area Pelabuhan dan bandara. Kegiatan fogging dilaksanakan sebagai bentuk antisipasi munculnya potensial wabah DBD dan memutuskan penyebaran penyakit DBD akibat jentik dan nyamuk aedes aegypti dewasa. Diharapkan kegiatan fogging ini dapat menurunkan angka kejadian DBD di seluruh wilayah kerja Balai Kekarantinaan Kesehatan kelas I Mataram.

Pengendalian Faktor Resiko Penyakit Demam Berdarah (Fogging) dilaksanakan dengan melibatkan Masyarakat di area buffer dan perimeter. Kegiatan ini merupakan salah satu fungsi pelaksanaan pencegahan dan respon terhadap penyakit dan faktor risiko Kesehatan pada alat angkut, orang,barang,dan/atau lingkungan dari Balai Karkes Mataram untuk menurunkan angka House Index dan Container Index di area perimeter dan buffer. Tentunya, fogging juga bertujuan untuk mengendalikan faktor resiko Demam Berdarah Dengue khususnya di wilayah kerja Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram.

Tetap jaga kebersihan lingkungan dan waspadai area yang beresiko menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Demam Berdarah Dengue adalah Tindakan terbaik untuk menurunkan risiko terjadinya penyakit demam berdarah.

Sosialisasi Dan Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Menular Langsung ( Tbc Dan Hiv Aids ) Di Wilayah Kerja Pelabuhan Kayangan Lombok Timur

Penyakit Menular adalah penyakit yang disebut juga infeksi; yang dapat menular ke manusia dimana disebabkan oleh agen biologi, antara lain virus, bakteri, jamur, dan parasit; bukan disebabkan faktor fisik atau kimia; penularan bisa langsung atau melalui media atau vektor dan binatang pembawa penyakit.

Penyakit menular masih menjadi masalah besar kesehatan masyarakat yang dapat menimbulkan kesakitan, kematian, dan kecacatan yang tinggi sehingga perlu dilakukan penyelenggaraan penanggulangan melalui upaya pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan yang efektif dan efisien.

Apa TBC ?

TBC disebabkan oleh suatu bakteri ( kuman ). Ini merupakan penyakit yang biasanya menyerang paru – paru tetapi juga dapat menyerang bagian lain tubuh seperti otak, ginjal atau tulang punggung. TBC bisa aktif dalam tubuh atau laten ( diam ). Jika tidak dirawat, TBC aktif dapat mengakibatkab masalah Kesehatan yang serius, bahkan kematian.

Bagaimana TBC menular ?

Bakteri ( kuman ) TBC ditularkan dari orang  ke orang melalui udara dan biasanya ditularkan apabila seorang penderita TBC aktif batuk, tertawa, bersin atau menyanyi. Siapapun yan berada didekat dapat menyedot bakteri TBC ini dan terkena TBC, TBC dapat ditularkan dengan Bersama menggunakan perkakas rumah tangga, cangkir atau piring, atau melalui air liur Ketika mencium seseorang.

Apa Gejala TBC Aktif ?

Penderita TBC aktif sering :

  • Terasa lemah
  • Berat badan menurun dengan cepat
  • Batuk (adakalanya berdarah ) dan sakit dada
  • Mengalami demam
  • Berkeringat pada waktu malam
  • Adakalanya tidak mengalami gejala

Apa itu HIV ?

HIV merupakan virus yang dapat menyebabkan AIDS. HIV menyerang imun sistem tubuh. Jika anda telah terinfeksi dengan HIV, anda dianggap sebagai HIV positif. Ini berarti bahwa HIV telah masuk ke aliran darah anda.

Bagaimana HIV ditularkan ?

HIV ditemui dalam cairan tubuh seperti darh, mani, cairan vagina dan susu ibu. Infeksi HIV hanya dapat terjadi apabila salah satu atau lebih banyak cairan tubuh ini dari sesorang yang terinfeksi memasuki aliran tubuh orang lain.

HIV hanya ditularkan dengan cara berikut :

  • Hubungan kelamin tanpa kondom ( seks tanpa perlindungan )
  • Bersama menggunakan jarum, semprot dan alat sunti lain.
  • Dari ibu kea nak Ketika hamil, melahirkan atau menyususi
  • Transfuse darah dan/atau produk darah.

HIV tidak dapat ditularkan melalui : batuk, berciuman, bersin, meludah, menangis, Bersama menggunakan perkakas makan, seperti sprei, kakus, pancuran atau bentuk apapun kontak biasa.

Apa gejala HIV ?

Anda tidak dapat menentukan dengan melihat saja apakah seseorang menderita HIV. Kebanyakan penderita HIV tampak sehata dan tidak mengalami gejala. Akan beberapa tahun sebelum gejala apapun mulai muncul dan banyak penderita HIV sendiri tidak tahu.

TBC dan HIV – Tes dan Pemeriksaan

HIV melemahkan sistem imunitas “ HIV membuka pintu untuk infeksi lain“ maka jika anda menderita HIV dan TBC laten, anda lebih mungkin terkena TBC aktif. Jika dua infeksi ini tidak dirawat, infeksi akan Bersama menyebabkan penyakit yang serius .

Dalam rangka cegah tangkal penyakit menular langsung di wilayah kerja BKK kelas I Mataram wilayah kerja Labuhan Lombok mengadakan kegiatan sosialisasi dan deteksi dini penyakit TBC dan HIV AIDS. Kegiatan ini diselenggarakan bekerjasama dengan puskesmas Labuhan Lombok dan kantor desa Labuhan Lombok. Dalam kegiatan ini peserta sosialisasi dan deteksi dini di ikuti oleh 6 dusun di desa labuhan Lombok, lintas sektor terkait ,pegawai yang bekerja di Pelabuhan dan pedagang di area Pelabuhan kayangan yang diikuti sebanyak 60 orang. Hasil kegiatan yang di harapakan Masyarakat mendapat pengetahuan tentang penyakit TBC dan HIV serta melindungi Masyarakat dari penyakit menular langsung seperti TBC dan HIVAIDS.

Sosialisasi Penyakit Rabies di Pelabuhan Khusus Benete

Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Infeksi ini ditularkan oleh hewan yang terinfeksi penyakit rabies. Hewan utama sebagai penyebab penyebaran rabies adalah anjing, kelelawar, kucing dan kera. Di Indonesia rabies atau yang dikenal dengan “penyakit anjing gila” masih menjadi salah satu masalah yang mengancam kesehatan masyarakat.

Rabies (penyakit anjing gila) adalah penyakit menular akut, menyerang susunan saraf pusat yang disebabkan oleh Lyssavirus. Virus rabies bisa menular melalui air liur, gigitan atau cakaran dan jilatan pada kulit yang luka oleh hewan yang terinfeksi rabies, hewan yang berisiko tinggi tinggi untuk menularkan rabies umumnya adalah hewan liar atau hewan peliharaan yang tidak mendapatkan vaksin rabies.

 Ilustrasi gambar  : detik.com

Gejala masa inkubasi virus rabies berkisar antara 4 – 12 minggu, setelah masa inkubasi orang yang tertular virus rabies akan mengalami gejala mirip flu, demam otot melemah, kesemutan atau merasa terbakar di area gigitan, sakit atau nyeri kepala, demam, mual dan muntah, merasa gelisah, bingung atau terancam tanpa ada penyebab, hiperaktif, halusinasi, insomnia atau gangguan tidur, kesulitan menelan ketika makan atau minum serta produksi air liur berlebih. Gejala rabies pada manusia berkembang secara bertahap dimulai dengan gejala awal yang mirip flu lalu berkembang menjadi gangguan neurologis yang parah. Meski bisa berakibat fatal, pasien tetap berpeluang sembuh asal segera diobati setelah terpapar virus rabies.

Beberapa cara penanganan luka gigitan hewan penularan rabies pada manusia cuci luka gigitan secepatnya dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit lalu diberikan antiseptic, segera dibawa ke rumah sakit untuk kembali dilakukan pencucian luka dan mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR), penanganan luka sesegera mungkin efektif dapat mencegah timbulnya gejala dan kematian.

Tindakan-tindakan pencegahan terinfeksi virus rabies adalah dengan mengurangi faktor-faktor risiko dengan cara :

    1. Melakukan vaksinasi rabies pada hewan peliharaan.
    2. Mendapatkan vaksin rabies untuk diri sendiri.
    3. Menjaga kontak dari hewan yang berpotensi memiliki virus rabies.
    4. Menjaga hewan peliharaan agar tidak berinteraksi dengan hewan liar atau asing.
    5. Melaporkan ke petugas kesehatan apabila menemui seseorang atau hewan yang mempunyai gejala rabies.
    6. Cegah hewan-hewan lain yang berpotensi menyebarkan rabies masuk kedalam rumah.


Dalam melaksanakan tugas cegah tangkal penyakit termasuk di dalamnya penyakit menular bersumber binatang, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram sebagai salah satu Upaya preventif dan promotive mengadakan kegiatan coffe morning di Wilayah Kerja Benete di pulau sumbawa  yang dihadiri oleh  stakeholders dan pengguna jasa di wilah kerja Pelabuhan benete dalam rangka sosialisasi kewaspadaan rabies pada Manusia.

Informasi kesehatan tentang Penyakit Rabies yang disampaikan diharapkan mampu menambah wawasan bagi seluruh stakeholders agar dapat waspada dan bersama-sama mencegah Rabies.
Acara yang dihadiri oleh Manager port logistik PT Amman mineral, KUPP Benete, Siloam Hospital, Departemen Environment PT Amman, dan Agen Pelayaran ini juga sebagai bentuk assesment dari Forum Pelabuhan Sehat di Tersus Benete.


Referensi :