Peresmian Gedung BKK Kelas I Mataram Oleh Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D.,

Hallo Healthy Balai Karkes Mataram

Puji Syukur Alhamdulillah,

Gedung Baru Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram yang beralamatkan di Jl. By Pass Bandara Internasional Lombok, Labulia, Lombok Tengah, telah diresmikan oleh Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Bapak Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D., pada tanggal 19 Juli 2024.

Gedung Baru milik BKK Kelas I Mataram ini dibangun sejak Juni 2021 dan selesai pada Desember 2021. Gedung tersebut dibangun di atas tanah seluas 3.000 m² dengan 3 lantai yang terdiri atas berbagai sarana pelayanan kesehatan, seperti laboratorium sanitasi lingkungan, laboratorium vektor, laboratorium klinik, ruang vaksinasi, dan fasilitas penunjang lainnya.

 

 

 

 

 

Alhamdulillah, semua proses berjalan dengan lancar. Kami, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram, mengucapkan terima kasih atas dukungan Kementerian Kesehatan dan semua pihak yang terlibat dalam terselenggaranya pembangunan sampai peresmian Gedung BKK Mataram.

Kami berharap Gedung Baru BKK Kelas I Mataram ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di wilayah Lombok dan sekitarnya, serta menjadi pusat pelayanan kesehatan yang terpercaya dan berkualitas. Semoga dengan kehadiran Gedung Baru ini, dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di bidang kesehatan.

Salam Sehat .

HERO OF THE MONTH

Selamat Kepada SRI SETYOWIYARSIH,SKM atas Pencapaiannya Sebagai Hero Of the Month Periode Juni 2024

“Selalu lakukan yang terbaik karena apa yang kita tanam sekarang,akan kita tuai kemudian hari”

Ayoo Vaksinasi !

#HalloSemetonKarkesMataram#

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menerbitkan Surat Edaran (SE) terbaru yang mewajibkan vaksinasi meningitis bagi jemaah umrah. Regulasi ini resmi mencabut kebijakan lama sejak tahun 2022 yang menghapus prasyarat vaksinasi meningitis. Kebijakan ini diambil sebagai upaya preventif untuk menjaga kesehatan para jemaah umrah yang akan melaksanakan ibadah di Tanah Suci. “Vaksinasi Meningitis Meningokokus merupakan kewajiban bagi mereka yang datang ke Arab Saudi dengan menggunakan visa haji dan umrah,” demikian bunyi surat tertanggal 11 Juli 2024 tersebut.

Surat Edaran ini menegaskan bahwa vaksinasi meningitis harus dilakukan oleh seluruh jemaah umrah sebelum berangkat ke Arab Saudi, sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan visa haji dan umrah. Kebijakan vaksinasi meningitis ini tertuang dalam SE Nomor HK.02.02/A/3717/2024 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Meningitis bagi Jemaah Haji dan Umrah. Selain itu, vaksinasi meningitis ini juga berlaku atas permintaan negara tujuan, yaitu Arab Saudi. Edaran ini ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Indonesia dalam menjaga kesehatan dan keselamatan para jemaah umrah.

Vaksinasi meningitis adalah vaksinasi yang berfungsi untuk melawan bakteri penyebab penyakit meningitis. Vaksinasi meningitis identik diberikan kepada para jemaah umrah atau haji yang akan pergi ke Tanah Suci, mengingat risiko penyebaran penyakit meningitis di kawasan tersebut cukup tinggi. Vaksinasi ini bertujuan untuk memberikan perlindungan dan mencegah penularan penyakit meningitis di antara para jemaah. Vaksin meningitis mengandung antigen atau zat yang dapat merangsang sistem kekebalan tubuh, untuk membentuk antibodi dan melawan bakteri penyebab meningitis.

Dengan terbentuknya antibodi dalam tubuh, diharapkan jemaah umrah dapat terlindungi dari risiko terinfeksi penyakit meningitis selama berada di Arab Saudi. Jemaah yang hendak melakukan vaksinasi meningitis untuk perlindungan kesehatan, diarahkan untuk melakukan vaksinasi di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bidang Kekarantinaan Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan layanan vaksinasi internasional. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa vaksinasi dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku, sehingga dapat memberikan perlindungan optimal bagi para jemaah.

Daftar Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pelaksana Layanan Vaksinasi Internasional dan Penerbitan ICV

Kota Mataram

NO NAMA ALAMAT
1 Klinik Anugrah Ibu  Jl.Sandubaya Blok U No.43 Komplek Bertais
2 Mataram Medical Center  Jl. sandubaya N0.36  Bertais
3 Klinik ONECARE  Jl. Sriwijaya 399 Punia Mataram
4 Klinik NUGRAHA Jl. Pandawa N0.10 Cakranegara
5 Klinik Tirta Medical Center Jl. Komplek Pertokoan Airlangga Square N0.19-20

Lombok Tengah

NO NAMA ALAMAT
1  Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram Jl.Baypas Bandara Internasional Lombok,Labulia,Lombok Tengah
2 Klinik Cyto Jl.Baypas Batujai ,Praya Lombok Tengah

Lombok Timur

NO NAMA ALAMAT
1 Klinik Pratama Raziq Jl.Reban Tebu Selatan,Sandubaya Lombok Timur

Ayooo Vaksin !

Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram memiliki sejumlah pelayanan diantara nya yaitu Vaksinasi internasional,Penerbitan ICV,penerbitan surat keterangan laik terbang,surat izin angkut Jenazah dan masih banyak lagi yuk simak standar pelayanan publik Balai karkes mataram.

#balaikarkesmataram#

Wajib Vaksinasi Meningitis

Hallo Karkesmataram !

Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram melayani vaksinasi Meningitis sejak diwajibkannya kembali vaksin bagi jemaah Umroh, pada hari Senin, 15 Juli 2024. Calon jemaah umroh yang hendak ke Arab Saudi harus melakukan vaksinasi Meningitis di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram.

 

 

 

 

 

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menerbitkan Surat Edaran (SE) terbaru yang mewajibkan vaksin Meningitis bagi jemaah umroh. Regulasi ini resmi mencabut kebijakan lama sejak 2022 yang menghapus prasyarat vaksin Meningitis. “Vaksinasi Meningitis Meningokokus merupakan kewajiban bagi mereka yang datang ke Arab Saudi dengan menggunakan visa haji dan umrah,” demikian bunyi surat tertanggal 11 Juli 2024 tersebut, yang dikeluarkan pada Jumat (12/7/2024).

Kebijakan tersebut tertuang dalam SE Nomor HK.02.02/A/3717/2024 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Meningitis bagi Jemaah Haji dan Umrah. Kewajiban ini disebut berlaku atas permintaan negara tujuan, yaitu Arab Saudi.

Edaran yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha ini menyatakan, kebijakan diambil berdasarkan nota diplomatik Kedutaan Kerajaan Arab Saudi tertanggal 20 Mei 2024 melalui Kementerian Luar Negeri nomor 211-4239.

Pihak Kerajaan Arab Saudi melalui Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah memperbarui ketentuan kesehatan pada jemaah melalui “Umrah Health Requirements and Recommendations for Travelers to Saudi Arabia for Umrah – 1445H (2024)”. Peraturan ini bertujuan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan jemaah umroh selama berada di Arab Saudi.

Jemaah yang hendak melakukan vaksin Meningitis untuk perlindungan kesehatan, diarahkan untuk melakukan vaksinasi di Balai Kekarantinaan Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan layanan vaksinasi internasional. Vaksinasi ini wajib dilakukan paling lambat 10 hari sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.

Selain itu, disebutkan vaksin Meningitis dapat memberi perlindungan jemaah yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta dari penyakit yang menular.

Pelaksanaan vaksinasi internasional merupakan salah satu upaya pemerintah memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui upaya pencegahan dan pengendalian terhadap penyakit tertentu pada situasi tertentu, seperti pada persiapan keberangkatan calon jemaah haji dan umrah, persiapan perjalanan menuju atau dari negara endemis penyakit tertentu, dan kondisi kejadian luar biasa/wabah penyakit tertentu pada suatu negara. Pelaksanaan vaksinasi internasional juga dilakukan berdasarkan permintaan dari negara tujuan pelaku perjalanan dengan pertimbangan tertentu. Berdasarkan nota diplomatik Kedutaan Kerajaan Arab Saudi tanggal 20 Mei 2024 melalui Kementerian Luar Negeri nomor 211-4239, telah disampaikan bahwa Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui otoritas terkaitnya (Kementerian Kesehatan Arab Saudi) telah memperbarui ketentuan kesehatan pada jemaah melalui “Umrah Health Requirements and Recommendations for Travelers to Saudi Arabia for Umrah – 1445H (2024)”.

♦  Vaksinasi Meningitis Meningokokus ( VMM )

♦ Wajib bagi yang akan berangkat ke arab saudi

♦ VMM Penting untuk melindungi diri dari penyakit radang selaput otak

Bagi Masyarakat yang memerlukan layanan VMM dapat melakukan di BKK Mataram .

Silahkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu via online melalui laman berikuit : sinkarkes.kemkes.go.id

Ayoookk vaksin !

Kloter Penutup Debarkasi LOP 2024

Hallo Semeton Karkes Mataram

Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram kembali kedatangan jamaah haji yang baru saja menyelesaikan rangkaian pelaksanaan ibadah di tanah suci, namun ini adalah Kloter terakhir Debarkasi LOP Yaitu Kloter 13 dengan jumlah jamaah 120, didampingi oleh 5 petugas Dokter, TPHI, TPIHI dan PHD. Rombongan jamaah haji kloter 13 merupakan jamaah terakhir yang dilayani dan menutup rangkaian penyelenggaraan ibadah haji LOP 1445 H di Asrama Haji Embarkasi-Debarkasi Lombok pada 09 Juli 2024.

Fase pemulangan jamaah haji asal Nusa Tenggara Barat dimulai sejak tanggal 22 Juni sampai 09 Juli 2024, seluruh proses berjalan dengan aman dan lancar sesuai dengan rencana. Semua jamaah dalam keadaan sehat dan sudah kembali ke daerah masing-masing.

Dengan tibanya Kloter 13 LOP ini, maka seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji musim haji tahun ini telah selesai. Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram, dr. Aulianto, berterima kasih kepada seluruh panitia dan semua pihak yang turut menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Kita tahu bahwa Haji merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang mampu, baik secara finansial maupun fisik. Ibadah ini memiliki makna yang sangat mendalam dalam kehidupan umat Islam, mengajarkan tentang ketaatan, pengorbanan, dan persatuan umat.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Ali ‘Imran ayat 97:

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

Secara terminologis, haji adalah berkunjung ke Baitullah (Ka’bah) di Mekah untuk melakukan serangkaian ritual ibadah pada waktu tertentu, yaitu pada bulan Dzulhijjah. Ibadah haji ini diwajibkan bagi setiap muslim sekali seumur hidup, asalkan mereka memenuhi syarat.

Ketika umat Islam dari berbagai tempat telah berkumpul di Makkah, maka akan tercipta hubungan erat dan timbulnya kasih sayang antar satu dan yang lainnya. Orang Indonesia akan mengenal orang Arab, begitu pula sebaliknya. Orang Barat akan mengenal orang Timur, dan sebaliknya. Dengan demikian, akan sangat tampak bahwa mereka bagaikan saudara dari ayah dan ibu yang sama. Dengan ini pula akan tercipta sebuah hubungan yang diikat oleh agama Islam dan tidak akan bisa dipisahkan oleh perbedaan ras, suku, budaya, dan bangsa.

Suasana Pejemputan Tamu Allah yang baru saja menyelesaikan rangkain ibadah haji ditanah suci.

Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat Indonesia, khususnya bagi keluarga dan sanak saudara Jemaah Haji yang telah melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait terus berupaya memastikan proses kepulangan Jemaah Haji berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman.

Semoga kita diberikan umur yang panjang agar dapat bertemu kembali di Embarkasi dan Debarkasi LOP, baik sebagai panitia penyelenggara ibadah haji maupun sebagai calon jamaah haji di tahun yang akan datang.

Selamat berkumpul dan bertemu kembali, Jamaah Haji Nusa Tenggara Barat, dengan keluarga. Semoga semua jamaah haji membawa oleh-oleh predikat haji Mabrur.

Salam Sehat Sehat Negeriku

Melangkah lebih cepat melayani bangsa

BKK KELAS I MATARAM

Iman dan Integritas

Iman adalah kepercayaan setiap orang beragama kepada Sang Pencipta, Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Setiap hamba/manusia yang mengaku beriman sudah tentu akan berusaha mentaati setiap perintah dan larangan dari agama/kepercayaan yang dianutnya. Demikian pula sebagai warga negara dan anggota instansi/organisasi tempat seseorang bekerja atau tinggal, pasti berusaha untuk mentaati aturan/norma yang berlaku. Itulah yang disebut integritas.

Jadi, integritas seseorang seharusnya sejalan dengan keimanan yang dimilikinya. Jika seseorang beriman, sudah pasti dia berintegritas. Dan jika mengakui punya integritas, sudah barang tentu dia juga punya keimanan yang baik.

Namun, dalam perjalanan hidup, kadar keimanan dan integritas kita akan diuji oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Ujian ini diberikan untuk mengetahui tingkatan dan derajat keimanan serta integritas seseorang. Jangan katakan dirimu sudah beriman dan berintegritas, kemudian tidak mendapat ujian. Sudah pasti diuji, luluskah kita dari ujian? Tergantung pada diri kita.

Sebagai anggota BKK Kelas I Mataram, dalam menjalankan tugas di institusi/organisasi, tentunya banyak ujian yang kita hadapi. Mulai dari pemeriksaan alat angkut, penerbitan dokumen kesehatan, pelayanan vaksinasi, pelayanan kepegawaian, pengadaan, dan lain-lain. Banyak celah yang dapat membuat kita tergoda dan menghadapi dilema.

Untuk itu, kita harus memperkuat integritas kita dengan :

  • Bekerja sesuai dengan aturan dan keilmuan yang kita miliki, ingat orang tua kita sudah meneteskan keringat, air mata, dan meratap dalam doa agar kita bisa menyelesaikan pendidikan kita.
  • Berani jujur dalam menyampaikan hasil kegiatan kita.
  • Menghargai diri sendiri agar orang lain juga menghargai kita, jangan biarkan orang lain mencoba menodai diri kita.
  • Membangun dan menghargai sistem kerja kita untuk menutup celah-celah yang bisa dimanfaatkan untuk menggoda diri kita.
  • Mengingatkan teman-teman jika mulai goyah dengan godaan dan limbung dalam dilema pekerjaannya.
  • Memperjuangkan cita-cita kita untuk bertetangga di surga.

Salam Integritas

Berani Jujur Hebat !

BKK Kelas I Mataram

Penulis : dr. Aulianto

Kolaborasi Pelayanan Jamaah Haji

Ahlan Wa Sahlan #SemetonBalaiKarkesMataram#

Alhamdulillah telah tiba Kloter VII LOP Asal Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat Pada pukul 05.15 tanggal 01/07/2024 di Bandara Internasional Zaenuddin Abdul Madjid Lombok  Sebanyak 392 Jamaah  Haji

Kedatangan Kloter VII Jemaah Haji asal Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat ini merupakan salah satu rangkaian kepulangan Jemaah Haji Indonesia dari Tanah Suci Mekah. Sesuai dengan rencana, proses kepulangan Jemaah Haji Indonesia tahun 2024 ini akan berlangsung selama beberapa minggu ke depan, dengan total jumlah Jemaah Haji yang akan kembali ke tanah air mencapai lebih dari 200.000 orang.

Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat Indonesia, khususnya bagi keluarga dan sanak saudara Jemaah Haji yang telah melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait terus berupaya memastikan proses kepulangan Jemaah Haji berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman.

Berbagai persiapan, baik di sisi transportasi, akomodasi, maupun layanan kesehatan, telah dilakukan secara matang. Hal ini bertujuan untuk memastikan Jemaah Haji dapat tiba di kampung halaman masing-masing dengan selamat dan dalam kondisi sehat.

Sesuai prosedur karantina kesehatan saat kedatangan, Balai Karantina Kesehatan Kelas I Mataram melakukan berbagai prosedur karantina di pintu masuk, di antaranya pengumuman karantina kesehatan di pesawat, pemeriksaan suhu tubuh, dan rujukan jika diperlukan.

Seluruh proses berjalan lancar. Beberapa jemaah yang menggunakan kursi roda dibantu oleh petugas untuk naik bus yang dilengkapi toilet. Koper jemaah juga dimasukkan ke dalam bagasi bus. Untuk jemaah dengan kondisi khusus, Balai Karantina Kesehatan Mataram dan pemangku kepentingan terkait menyediakan angkutan prioritas yang dilengkapi dengan pendamping, terdiri dari satu dokter dan dua perawat, sebagai bentuk layanan kepada jemaah haji dengan kondisi khusus.

Jemaah haji dengan kondisi khusus yang memerlukan rujukan ke rumah sakit pusat rujukan, Balai Karantina Kesehatan Mataram berkoordinasi terlebih dahulu dengan rumah sakit terkait sebelum rujukan, agar rumah sakit lebih siap menerimanya. Ini merupakan upaya kolaboratif dalam melayani Jemaah Haji.

Masyarakat Indonesia diharapkan dapat memberikan sambutan hangat dan antusias kepada para Jemaah Haji yang kembali. Kehadiran mereka menjadi bukti keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan ibadah haji, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Selamat Datang Jamaah Haji Selamat berkumpul kembali bersama keluarga Semoga Membawa oleh-oleh Predikat Haji Mabrur. Amiin Ya Rabbal Alamin

Haji Sehat Haji Mabrur

Melangkah Lebih Cepat Melayani Bangsa

Salam Sehat Sehat Negeriku #BKKMataram#

Proses Debarkasi Haji

Assalamualaikum wr. wb.

Saat ini, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram sedang menyambut kedatangan para jamaah haji yang telah selesai melaksanakan ibadah di Tanah Suci. Pada tanggal 26 Juni 2024, Balai Karkes Mataram melakukan dokumentasi kegiatan dalam rangka menyambut jamaah Haji Kloter IV LOP. Pada tanggal tersebut, dilakukan pemeriksaan Suhu Tubuh, Pengawasan, Koordinasi, dan Komunikasi dengan TKHI Kloter terkait kondisi kesehatan jamaah.

Pesawat membawa rombongan jamaah Haji tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam). Balai Karkes Mataram dan pemangku kepentingan terkait segera bergerak untuk memastikan kondisi jamaah yang membutuhkan perlakuan khusus atau memiliki masalah kesehatan. Kloter IV asal Kabupaten Lombok Timur berjumlah 393 jamaah. Alhamdulillah, semua jamaah tiba dengan selamat dan dalam keadaan sehat.

Sebelum Debarkasi dimulai, Balai Karkes Mataram melakukan Rapat Koordinasi dengan seluruh Dinas Kesehatan dan Puskesmas se-Kabupaten/Kota Nusa Tenggara Barat melalui aplikasi Zoom. Rapat tersebut membahas terkait Pemantauan, Pengawasan, dan Sosialisasi E-K3JH (Elektronik Kesehatan Jemaah Haji) sebagai pendekatan layanan bagi Petugas Kesehatan dan penyelenggara ibadah haji. Pemantauan dan pengawasan kondisi kesehatan Jamaah Haji pasca pemulangan dilakukan selama 21 hari sejak pulang dari Tanah Suci. Seluruh Puskesmas se-Kabupaten/Kota akan menginput laporan kondisi jamaah melalui E-K3JH.

Ini merupakan bentuk monitoring dan pengawasan Balai Karkes Mataram terhadap jamaah sejak pulang dari Tanah Suci. Kami memastikan jamaah haji dalam keadaan sehat sebelum bertemu dan berkumpul bersama keluarganya. Pengukuran suhu tubuh dilakukan menggunakan Thermal Imager Monitor, yang akan mengeluarkan notifikasi dan alarm jika terdapat jamaah dengan suhu tubuh di atas 38°C.

Alhamdulillah, Kloter IV asal Kabupaten Lombok Timur mendapat apresiasi langsung dari Kepala Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mereka dinilai sebagai kloter dengan jamaah yang sehat-sehat dan bercahaya wajahnya setelah pulang dari Tanah Suci, sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Kemenag dalam sambutannya pada tanggal 26 Juni 2024 di Asrama Haji NTB.

Selamat Kembali bertemu dan berkumpul bersama keluarga semoga Para Jamaah Haji membawa Predikat Haji yang Mabrur !

Salam Sehat,Sehat Negeriku

BKK KELAS I MATARAM

Wawancara dan Edukasi Jamaah Haji

 

Alhamdulillah, pada tanggal 22 juni 2024 Proses Debarkasi untuk para jamaah  haji dimulai. jemaah dari Kloter I yang berasal dari Kota Mataram kembali ke Tanah Air dengan sejumlah 393, terdiri dari 184 laki-laki dan 209 perempuan. Kami Bersyukur karena semuanya tiba dengan selamat dan dalam keadaan Sehat.

Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram, tugas utama kami  adalah  mencegah penyakit dan melindungi kesehatan jamaah haji. kami melaksanakan wawancara serta memberikan edukasi tentang pentingnya minum obat secara rutin dan teratur. dengan cara ini,diharapkan pesan yang ingin disampaikan dapat dipahami dan diterima  dengan mudah oleh jamaah. Kami menyadari betapa pentingnya obat bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan.

Sebagai tindakan pencegahan penyakit Balai Karkes Kelas I Mataram tidak hanya melakukan wawancara dan edukasi kepada jamaah haji tetapi juga melakukan Test Swab Antigen secara Selektif. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi adanya Virus atau bakteri didalam tubuh seseorang,karena  Negara Arab Saudi menjadi tempat berkumpulnya manusia dari berbagai negara. Dan mengingat bahwa jamaah haji asal Indonesia pasti akan berkontak Erat dengan Jamaah dari negara lain, Balai Karkes Mataram mengambil langkah cepat untuk mencegah penyebaran penyakit dengan melakukan Test Swab sejak tanggal 23 juni 2024 .

Selamat Datang Kembali para Jamaah Haji Nusa Tenggara Barat! Semoga anda dapat merasakan kebahagiaan berkumpul kembali bersama keluarga dan membawa predikat Haji yang Mabrur.

Salam Sehat.

BKK KELAS I MATARAM