BKK Kelas I Mataram Menerapkan e-ICV !

hallo semeton

Mulai hari ini Balai Karkes Mataram sudah menggunakan e-ICV dan Penerapan e-ICV ini akan dilakukan oleh seluruh faskes binaan, pemberlakuan e-ICV bagi seluruh pengguna jasa atau pelaku perjalanan yang akan mendapatkan layanan Vaksinasi Internasional wajib mengunduh Aplikasi Satu Sehat Mobile   ( 17-02-2025 )

Berdasarkan Surat Edaran SR.02.04/C/173/2025 Kementerian Kesehatan  Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit mengenai penerapan electronic Certificate of Vaccination or Prophylaxis (eICV) atau Sertifikat Vaksinasi Internasional  atau Profilaksis secara Eletronik dan sehubungan dengan Nota Diplomatik  oleh Pemerintah Kerajaan Arab saudi melalui Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta nomo 211 – 3486 tanggal 22  januari 2025

BKK Kelas I Mataram

Melangkah Cepat Melayani Bangsa

Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar ( BHD )

 

Hallo Healthy……..

Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional , PT. Pelindo III Cabang Bima bekerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram Wilayah Kerja  Bima mengadakan acara Donor Darah  serta Sosialisasi  Bantuan Hidup Dasar ( BHD ) dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan ( P3K ) pada tanggal 5-6 Februari 2025  di Aula Kantor Pelindo.

Acara ini turut di hadiri oleh pegawai pelindo ,KSOP Kelas IV Bima, stasiun karantina kelas I sumbawa wilker pelabuhan bima dan stakeholder terkait

Simulasi Giat P3K dan BHD adalah program setiap tahun BKK Kelas I Mataram yang dirancang untuk merefresh tentang cara memberikan pertolongan pertama dan perawatan kesehatan dasar dalam situasi darurat. kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung dalam merespons keadaan darurat medis secara efektif dan memberikan perawatan segera kepada mereka yang membutuhkan. Dengan mensimulasikan berbagai skenario dan mempraktikkan teknik-teknik langsung, kita berharap akan dapat lebih memperoleh kepercayaan diri dalam kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama dan menangani masalah kesehatan secara tepat waktu dan efisien.

 

Secara keseluruhan, Simulasi Giat P3K dan BHD adalah kegiatan yang penting yang tidak hanya mengajarkan kita bagaimana menangani situasi darurat tetapi juga menanamkan rasa tanggung jawab dan kesiapan. Melalui sosialisasi ini, kita semua dapat belajar bagaimana menilai cedera, melakukan CPR, dan menstabilkan pasien sebelum bantuan tiba. Dengan berpartisipasi dalam simulasi dan latihan praktis,kita dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah mereka dan memperbaiki respons keseluruhan mereka terhadap keadaan darurat medis. Pada akhirnya, kegiatan sosialisasi pelatihan ini berfungsi sebagai alat yang berharga dalam mempromosikan komunitas yang lebih aman dan lebih sehat.  sosialisasi BHD tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk merespons secara efektif dalam situasi darurat tetapi juga mengembangkan kepercayaan diri untuk bertindak cepat dan tegas ketika menghadapi krisis. Pengalaman praktis yang diberikan dalam program ini memungkinkan individu untuk berlatih dan menyempurnakan kemampuan mereka dalam lingkungan yang terkendali, memastikan kita siap menghadapi keadaan darurat nyata dengan tenang dan kompeten. Akibatnya, kita yang memiliki  yang dilatih dalam BHD lebih siap untuk menangani insiden medis yang tidak terduga.

Selain keterampilan praktis yang diperoleh melalui sosialisasi BHD ini, melakukan simulasi sangat penting untuk memastikan bahwa peserta dapat menerapkan pengetahuan mereka secara efektif dalam skenario kehidupan nyata. Simulasi memungkinkan kita merasakan tekanan dan urgensi dalam merespons keadaan darurat, membantu mereka mengembangkan kepercayaan diri dan ketenangan yang diperlukan untuk bertindak tegas dalam situasi yang penuh stres. Dengan mereplikasi skenario yang realistis, peserta dapat melatih keterampilan dalam lingkungan yang terkontrol, menerima umpan balik dan bimbingan dari instruktur untuk meningkatkan kinerja. Pendekatan praktis ini tidak hanya memperkuat pentingnya berpikir cepat dan komunikasi yang efektif selama keadaan darurat, tetapi juga mendorong rasa kerja sama dan kolaborasi. Sebagai hasilnya, melaksanakan simulasi respons darurat memainkan peran penting dalam mempersiapkan kita untuk menangani krisis tak terduga dengan keterampilan dan profesionalisme.

dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat terhadap pentingnya penerapan K3 diberbagai sektor khususnya ditempat kerja.

Salam Sehat

BKK Kelas I Mataram

Melangkah Cepat Melayani Bangsa

 

Apel pagi Balai Karkes Mataram

Apel pagi setiap hari Senin adalah tradisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram. Setiap senin, para Pegawai berkumpul  pada jam 07.00 pagi untuk menghadiri apel pagi yang dipimpin oleh Kepala Balai. Tujuan dari apel pagi ini adalah untuk menyampaikan informasi terbaru, memberikan penghargaan kepada Pegawai yang berprestasi, dan memotivasi seluruh tim kerja untuk bekerja lebih baik. Selain itu, apel pagi juga menjadi momen untuk mempererat hubungan antar Pegawai dan menciptakan suasana kerja yang positif. Dengan adanya apel pagi setiap hari Senin, Pekerjaan lebih terorganisir dan terinformasi tentang perkembangan . Acara ini juga menjadi kesempatan untuk berbagi ide dan pengalaman dengan rekan kerja lainnya. Semangat dan energi yang diberikan dalam apel pagi ini membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja . Selain itu, kehadiran dan partisipasi aktif dalam apel pagi juga menunjukkan komitmen kami terhadap BKK Kelas Mataram dan tim kerja ( 03/02.2025 )

  

Dengan suasana yang hangat dan penuh semangat di setiap apel pagi, semua merasa lebih terhubung satu sama lain dan lebih termotivasi untuk bekerja sama mencapai tujuan bersama. Setiap minggu, Balaikarkes tidak hanya mendiskusikan tugas-tugas yang harus diselesaikan, tetapi juga berbagi tips dan trik untuk meningkatkan efisiensi kerja. Dengan demikian, apel pagi bukan hanya menjadi rutinitas harian, tetapi juga menjadi momen berharga untuk memperkuat kolaborasi dan kerjasama di antara Timja.

Pada Kesempatan tersebut Kepala Balai dalam amanatnya menyampaikan salah satu nilai berakhlak yaitu Akuntabel yang didalamnya ada nilai “disiplin”

“ Kedisiplinan adalah kunci untuk mencapai suatu target “  ( dr. Aulianto )

Kedisiplinan merupakan suatu sikap atau prilaku yang menunjukkan kesadaran dan kemampuan untuk mengikuti aturan, norma, dan standar yang telah ditetapkan. Kedisiplinan juga dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengendalikan diri sendiri dan melakukan Tindakan yang tepat dan benar.

BKK Kelas I Mataram

Melangkah Cepat Melayani Bangsa

Mengenal Sejarah dan Penanganan Wabah Pes di Indonesia Melalui Pendekatan Sanitasi

Dalam momen peringatan Hari Karantina Kesehatan Nasional ke 63 pada 18 Januari 2025 lalu, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram mengajak masyarakat untuk merefleksi kembali tentang sejarah terjadinya pandemi atau wabah di Indonesia yang tidak kalah mematikan dari Covid 19 yaitu wabah Pes. Pes merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang dibawa oleh kutu atau pinjal Xenopsyiella cheopis dan ditularkan melalui gigitan tikus yang terinfeksi. Pes juga termasuk dalam penyakit karantina internasional dan dikategorikan dalam International Health Regulation (IHR) sebagai penyakit yang dapat terulang kembali (re emerging) serta berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB).

Catatan sejarah menunjukkan bahwa wabah penyakit pes atau yang dikenal dengan sebutan Black Death, pertama kali muncul di Indonesia tahun 1910 melalui aktivitas perdagangan internasional terutama dari kapal-kapal yang secara tidak sengaja membawa tikus yang terinfeksi. Wabah pes pertama kali terdeteksi di Pelabuhan Surabaya yaitu dari kapal kargo yang mengangkut beras dari Burma (Myanmar). Namun kasus pertama pes justru ditemukan di  Desa Turen Kabupaten Malang dengan 17 orang korban meninggal setelah terinfeksi (Maurits Bastiaan,2022). Penyakit ini menyebar dengan cepat hampir di seluruh pelosok Jawa Timur bahkan hingga mencapai Jawa Barat, karena buruknya sanitasi dan tingginya populasi tikus di kawasan pemukiman. Mengutip tulisan  Martina Safitry dalam Jurnal Sejarah berjudul Kisah Karantina Paris of the East: Wabah Pes di Malang 1910-1916, “ketika tikus yang terjangkiti pes mati, maka kutu atau pinjal bisa berpindah ke manusia atau binatang lain dan menggigit mereka. Melalui gigitan itulah, bakteri pes berpindah dari kutu tikus ke manusia”. Pada awal terjangkit, seseorang akan mengalami demam, sakit kepala, dan bengkak atau bisul pada kelenjar getah bening yang biasanya terdapat di ketiak, selangkangan atau belakang telinga. Penyakit ini dapat mematikan manusia dalam hitungan dua sampai tiga hari saja (Martina Safitry).

Beberapa upaya penanganan dilakukan oleh pemerintah kolonial pada saat itu yaitu dengan menerapkan karantina ketat di wilayah yang terkena wabah, desinfeksi atau penyemprotan desinfektan di rumah-rumah penduduk, edukasi kesehatan melalui kampanye kesehatan tetang kebersihan dan pencegahan penyakit, pembangunan infrastuktur, peningkatan kompetensi tenaga medis serta vaksinasi. Selain upaya-upaya tersebut, pemerintah juga melakukan Langkah-langkah sanitasi

 A. langkah-langkah sanitasi, diantaranya :

  1. Pembersihan lingkungan perumahan dan pasar tradisional
  2. Penyemprotan desinfektan di rumah penduduk dan barang-barang rumah tangga
  3. Pengelolaan sampah dan limbah secara tertib dan perbaikan drainase
  4. Pemberantasan tikus melalui kegiatan kampanye tangkap tikus dan pemasangan perangkap tikus
  5. Edukasi sanitasi kepada masyarakat melalui kampanye tentang kebersihan dan larangan menyimpan makanan secara terbuka
  6. Pembangunan infrastruktur sanitasi meliputi penyediaan fasilitas sanitasi umum dan perbaikan sistim distribusi air

Langkah-langkah penanganan sanitasi ini terbukti efektif dalam mengurangi penyebaran wabah pes di Jawa pada saat itu. Namun, penerapan kebijakan ini tidak merata, terutama di pedesaan dengan keterbatasan akses terhadap fasilitas sanitasi dan air bersih. Resistensi dari masyarakat lokal terhadap kebijakan kolonial yang dianggap memaksa juga menjadi tantangan. Efektivitas sanitasi dalam menangani wabah pes di Jawa pada saat itu, bergantung pada sejauh mana langkah-langkah sanitasi diterapkan dan diterima oleh masyarakat.

Wabah pes di Jawa mulai mereda pada tahun 1916 setelah upaya pengendalian yang intensif. Sayangnya setelah wabah mereda, banyak langkah sanitasi tidak dilanjutkan, terutama di daerah pedesaan,sehingga risiko munculnya wabah baru tetap ada. Perbaikan sanitasi di perkotaan menjadi lebih permanen, tetapi di pedesaan langkah-langkah tersebut hanya bersifat sementara.

Pengalaman dalam penanganan wabah pes pada masa kolonial tersebut dapat menjadi pelajaran penting dalam manajemen wabah saat ini dan di masa depan, terutama dalam membangun sistem kesehatan masyarakat dan penanganan sanitasi.. Sanitasi menjadi salah satu fokus utama dalam penanganan wabah pes dan harus disadari bahwa kondisi lingkungan yang buruk dan kebersihan yang rendah, menjadi salah satu faktor utama penyebaran penyakit pes.

B. Penanganan wabah dengan pendekatan sanitasi harus memperhatikan 3 hal berikut :

  1. Sanitasi harus bersifat menyeluruh artinya langkah sanitasi tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan tetapi juga mencakup wilayah pedesaan.
  2. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan melalui edukasi dan pendekatan yang lebih humanis agar kebijakan terkait sanitasi dapat diterima oleh masyarakat.
  3. Pembangunan infrastruktur sanitasi yang berkelanjutan yaitu dengan investasi dalam sistem sanitasi yang lebih baik, seperti drainase, pengelolaan sampah, dan akses air bersih, sangat penting untuk mencegah wabah di masa depan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sanitasi merupakan elemen penting dalam penanganan wabah pes maupun penyakit yang ditularkan melalui media lingkungan lainnya dimana efektivitasnya sangat bergantung pada penerapan secara konsisten, inklusif, dan berkelanjutan

Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram terus berupaya untuk melakukan langkah-langkah preventif yang tepat dengan melakukan pencegahan pes di wilayah pelabuhan dan bandara,pencegahan dilakukan dengan pengawasan populasi tikus melalui pemasangan perangkap tikus,pengawasan sanitasi lingkungan mulai dari pengawasan TPP ,TFU,Pengelolaan sampah dan limbah serta penyediaan air minum/bersih pada wilayah-wilayah kerja balai karkes mataram

BKK Mataram Melangkah Cepat Melayani Bangsa

jangan lupakan sejarah

Ketika Jawa di landa wabah

https://youtu.be/OnNMwuOXV7A?si=1E-2SRdYlPL9CrUK

 

Selamat Hari Karantina

konsep karantina telah berkembang untuk mencakup berbagai langkah yang bertujuan mencegah penyebaran penyakit menular dan melindungi kesehatan masyarakat. Langkah-langkah ini dapat mencakup karantina wajib bagi individu yang teruji positif penyakit menular, pembatasan perjalanan untuk daerah yang mengalami wabah, dan bahkan penguncian seluruh komunitas untuk menahan penyebaran virus. Tujuan dari karantina adalah untuk membatasi penularan patogen dan mengurangi beban pada sistem kesehatan dengan memastikan bahwa mereka yang berisiko menyebarkan penyakit diisolasi dari populasi umum. Meskipun metode mungkin telah berubah selama berabad-abad, prinsip karantina tetap sama: melindungi kesehatan masyarakat melalui isolasi dan pembatasan ketika diperlukan.

Karantina bukanlah penghalang ,tapi kesempatan untuk memperkuat diri.

dan jangan biarkan virus mengalahkanmu ,tetap semangat

selamat hari Karantina

salam sehat

BKK Mataram Melangkah cepat melayani bangsa

Pentingnya Memahami HMPV

Human metapneumovirus (HMPV) adalah virus pernapasan umum yang dapat menyebabkan gejala mirip flu atau pilek biasa. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 2001 dan sejak saat itu diakui sebagai penyebab signifikan infeksi saluran pernapasan pada anak-anak dan orang dewasa. Seperti virus pernapasan lainnya, HMPV menyebar melalui percikan pernapasan dan dapat menyebabkan gejala seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas. Dalam kasus yang parah, infeksi HMPV dapat mengakibatkan pneumonia atau bronkiolitis, terutama pada anak-anak kecil, orang dewasa yang lebih tua, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan yang baik, seperti mencuci tangan secara teratur dan menutup batuk serta bersin, untuk membantu mencegah penyebaran HMPV.

Selain itu, individu yang berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat infeksi saluran pernapasan harus mengambil langkah-langkah pencegahan tambahan untuk menghindari paparan virus. Jika gejala infeksi HMPV berkembang, penting untuk mencari perhatian medis, terutama jika mengalami kesulitan bernapas atau nyeri dada. Secara keseluruhan, menyadari gejala dan risiko yang terkait dengan HMPV dapat membantu individu mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain dari virus pernapasan ini. Misalnya, seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti mereka yang menjalani kemoterapi, harus menghindari tempat-tempat ramai di mana mereka mungkin terpapar virus. Jika mereka mengalami gejala, mereka harus segera mencari bantuan medis untuk mencegah komplikasi. Bersikap proaktif dan teredukasi tentang potensi risiko HMPV

Dengan tetap terinformasi dan mengikuti pedoman yang dianjurkan, kita dapat memainkan peran penting dalam meminimalkan dampak HMPV. Penting juga untuk tetap mengikuti perkembangan atau pembaruan terkait HMPV, karena informasi baru mungkin muncul yang dapat mempengaruhi strategi pencegahan dan pengobatan. Mengambil langkah-langkah proaktif dan tetap waspada dapat membantu mengurangi penyebaran HMPV dan tetap menjaga kesehatan.

Salam Sehat

BKK Kelas I Mataram Melangkah Cepat Melayani Bangsa

Penyusunan Dokumen & Table Top Exercise ( TTX )

Balai Kekarantinaan Gelar Penyusunan Dokumen dan TTX Rencana kontijensi Penanggulangan Penyakit Potensial Wabah ( MPox ) di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Tahun 2024 dalam kegiatan ini turut hadir kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB,Dr. dr. H.Lalu Hamzi Fikri,MM.,Mars, Rebecca D.Merril,Phd,MHS selaku US CDC Country Director Indonesia dan dr.Tunggul Birowo,MH Katimker Karkes DitSKK Kemenkes RI, turut hadir juga dari stakeholder terkait di antaranya dari Rumah Sakit Daerah ,Angkasa Pura ,Imigrasi dan Dinas Kesehatan Lombok Tengah dll( 20-21/11/24)

ini merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram memiliki panduan yang jelas dan terstruktur dalam menghadapi situasi darurat. Dokumen ini mencakup langkah-langkah yang harus diambil, peran dan tanggung jawab masing-masing anggota tim, serta prosedur komunikasi yang harus diikuti selama keadaan darurat

Dengan adanya dokumen rencana kontijensi yang terperinci,BKK Kelas I Mataram dapat lebih siap dan terorganisir dalam Penanggulangan penyakit menular yang mungkin terjadi.balaikarkes mataram dapat dengan cepat merespons situasi darurat, mengkoordinasikan tindakan dengan efisien, dan meminimalkan kerugian yang mungkin terjadi. Selain itu, dokumen ini juga dapat menjadi acuan bagi tim kesehatan untuk melakukan pelatihan dan simulasi keadaan darurat sehingga mereka dapat lebih siap dan terlatih dalam menghadapi situasi yang tidak terduga. Dengan demikian penyusunan dokumen rencana kontijensi merupakan investasi yang sangat penting bagi keberlangsungan operasional tim kesehatan dalam situasi darurat.

Dokumen rencana kontijensi juga penting untuk memastikan bahwa balaikarkes mataram memiliki akses yang mudah dan cepat ke sumber daya yang dibutuhkan, termasuk alat medis dan obat-obatan yang diperlukan dalam penanganan keadaan darurat. Selain itu, dengan adanya rencana kontijensi yang terstruktur,balaikarkes mataram dapat lebih fokus dan terorganisir dalam menyelenggarakan tindakan darurat, sehingga dapat memberikan layanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dengan demikian, penyusunan dokumen rencana kontijensi menjadi langkah yang krusial dalam memastikan bahwa balaikarkes Mataram siap menghadapi segala bentuk situasi darurat dengan efektif dan efisien.Dokumen rencana kontijensi juga dapat membantu dalam mengidentifikasi potensi risiko dan mengevaluasi kemungkinan dampak yang dapat terjadi selama situasi darurat. Dengan demikian, balai karkes mataram dapat merencanakan langkah-langkah mitigasi yang tepat untuk mengurangi risiko dan kerugian yang mungkin terjadi. Selain itu, dokumen rencana kontijensi juga dapat menjadi acuan yang jelas bagi seluruh anggota tim dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka selama penanganan keadaan darurat. Dengan begitu, koordinasi dan komunikasi antar anggota tim dapat berjalan lancar dan efisien, sehingga proses penanganan darurat dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu.

Table Top Exercise(TTX) adalah simulasi atau latihan peran di mana pemangku kepentingan utama berkumpul untuk melalui skenario darurat hipotetis, seperti wabah penyakit, dan mengevaluasi efektivitas rencana kontinjensi yang ada. Selama TTX, peserta dihadapkan pada serangkaian tantangan yang meningkat dan keputusan yang harus diambil, memungkinkan mereka untuk menguji pengetahuan, keterampilan komunikasi, dan kemampuan pengambilan keputusan mereka dalam lingkungan yang terkendali. Latihan ini membantu mengidentifikasi kekurangan dalam rencana, area untuk perbaikan, dan peluang untuk pelatihan dan persiapan lebih lanjut. Dengan melakukan TTX secara teratur, organisasi dapat memastikan bahwa rencana kontingensi mereka kuat, dapat beradaptasi, dan siap diaktifkan dalam keadaan darurat yang sebenarnya.

Balai Karkes Mataram

Melangkah Cepat Melayani Bangsa

Hari Kesehatan Nasional yang Ke-60

Hari Kesehatan Nasional jatuh setiap tanggal 12 November atau bertepatan dengan hari ini. Tahun ini adalah peringatan yang ke-60 dengan tema “Gerak Bersama Sehat Bersama”. Tema ini memiliki makna yang sangat penting bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui tema ini, pemerintah dan seluruh komponen masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan membangun semangat serta optimisme untuk terus sehat. Tema ini juga mengingatkan kembali akan pentingnya melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Kesehatan merupakan investasi berharga bagi pembangunan bangsa yang berkelanjutan. Dengan kondisi masyarakat yang sehat, produktivitas dan daya saing bangsa akan meningkat, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, upaya menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional.

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke-60 ini, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram menggelar serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah survei jentik dan larvasida pada rumah-rumah warga sekitar. Kegiatan ini merupakan bentuk deteksi dini penyebaran penyakit demam berdarah, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit.

Selain kegiatan survei jentik, Balai Karkes Mataram juga menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan secara gratis kepada masyarakat sekitar. Pemeriksaan kesehatan ini mencakup pemeriksaan penyakit tidak menular, seperti pengukuran kadar gula darah, kolesterol, asam urat, dan tekanan darah. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini adanya risiko penyakit tidak menular, sehingga masyarakat dapat segera melakukan tindakan pencegahan atau pengobatan yang tepat.

Kegiatan-kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Desa dan masyarakat sekitar, yang terlihat hadir dengan sangat antusias. Mereka berharap kegiatan-kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin, sehingga dapat membantu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan.

Pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional yang ke-60, Balai Karkes Mataram mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada kesempatan tersebut, empat pegawai Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram menerima Penghargaan Satyalancana Karya Satya, yang diserahkan langsung oleh Pj. Gubernur NTB. Penghargaan ini merupakan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. Mereka adalah:

  1. Rahmayani Triani, SKM (Satyalancana Karya Satya XX)
  2. Emy Puspitawati, SKM (Satyalancana Karya Satya XX)
  3. I Wayan Gita Triyatma, S.Kep (Satyalancana Karya Satya X)
  4. Nurul Farida, A.Md.Kep (Satyalancana Karya Satya X)

Selamat Hari Kesehatan Nasional yang ke-60!
Gerak Bersama Sehat Bersama
BKK Kelas I Mataram
Melangkah Cepat Melayani Bangsa

Selamat Memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-96

Tema Hari Sumpah Pemuda ke-96 pada tahun 2024 ini adalah Maju Bersama Indonesia Raya

Kongres Pemuda Indonesia tahun 1928 menjadi salah satu titik paling bersejarah dalam perjalanan bangsa menuju kemerdekaan dan persatuan. Saat itulah, pemuda dari berbagai daerah bersatu dalam ikrar yang hingga kini dikenal sebagai Sumpah Pemuda.

Dengan semangat persatuan, para pemuda berikrar dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, menjadikan teks keputusan Kongres Pemuda ini sebagai landasan identitas nasional dan simbol perjuangan Indonesia melawan penjajahan.

Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram

Salam Sehat,Sehat Indonesiaku