Peran Analis Pengelolaan Keuangan APBN dalam Mengubah Budaya Kerja Kemenkes Menuju Layanan Prima

Kementerian Kesehatan terus melakukan transformasi budaya kerja dengan fokus pada efisiensi, akuntabilitas, dan inovasi dalam upaya mewujudkan layanan prima di sektor kesehatan. Transformasi ini mencakup peran Analis Pengelolaan Keuangan APBN, yang bertanggung jawab untuk memastikan pengelolaan anggaran berjalan dengan baik untuk mendukung program kesehatan prioritas.


Analis Pengelolaan Keuangan APBN dituntut sebagai garda terdepan dalam pengelolaan keuangan negara untuk tidak hanya mahir dalam perencanaan dan penatausahaan anggaran, tetapi juga fleksibel terhadap perubahan. Transformasi budaya kerja di Kemenkes menekankan pada prinsip pelayanan berbasis hasil, integritas, dan transparansi. Ini sejalan dengan prinsip nilai uang, yang berarti bahwa setiap sen harus memiliki dampak nyata pada masyarakat.
Dalam kenyataannya, seorang Analis Pengelolaan Keuangan APBN harus memiliki kemampuan berikut:
1. Memperkuat Perencanaan Anggaran—Membuat anggaran yang selaras dengan kebutuhan program kesehatan, seperti fasilitas puskesmas yang lebih baik dan penanganan pandemi.
2. Meningkatkan Akuntabilitas—Laporan keuangan harus tepat waktu, sesuai dengan standar akuntansi pemerintah (SAP), dan tidak terpengaruh oleh hasil audit.
3. Inovasi Penganggaran—Mengoptimalkan teknologi digital untuk memantau dan mengurangi pemborosan secara real-time.
4. Kolaborasi Multisektor—Bekerja sama dengan unit kerja lain untuk memastikan bahwa dAPBN dialokasikan sesuai dengan tujuan, seperti program JKN atau program stunting.

Tidak hanya diperlukan perubahan sistem untuk mengubah budaya kerja ini, tetapi juga pergeseran perspektif dari “mengelola anggaran” menjadi “menciptakan dampak”. Oleh karena itu, Analis Pengelolaan Keuangan APBN tidak hanya menjadi administrator keuangan; mereka juga menjadi mitra strategis dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat. Kemenkes dapat mencapai tujuannya sebagai institusi yang akuntabel, responsif, dan berorientasi pada layanan prima dengan komitmen kuat dan kerja sama antarunit. Setiap langkah pengelolaan APBN akan berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan bangsa.

Created by, Ni NYoman Astini, SE

Share :

INFORMASI POPULER