Selamat Ulang Tahun !

dr.Aulianto

Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram

Semoga sehat selalu dan semoga tahun ini dapat memberikan banyak kebahagiaan.

Terima Kasih telah menjadi sumber inspirasi bagi seluruh pegawai melalui teladan dan integritas yang telah ditanamkan selama ini.

selamat merayakan hari istimewa anda !

Transformasi Budaya Kerja

BKK Kelas I Mataram Berkomitmen Melakukan Perubahan Budaya Kerja Mulai dari :

  1. Manajemen Perkantoran dengan Remote Kolaborasi kami melakukn perencanaan, oprasional, monitoring dan evaluasi secara digital
  2. Manajemen Keuangan dengan Money Cashless kami bekerja lebih Efektif , Efisien dan Akuntabel
  3. Manajemen SDM melalui Coaching dan Mentoring pada jum’at berbagi kami membangun dan menjaga Core value ASN BKK Kelas I Mataram yang Milenial dan Berakhlak.

BKK Kelas I Mataram Melangkah Cepat Melayani Bangsa

#Bertetangga disurga#

BKK Kelas I Mataram Melakukan Pengawasan di Pintu Masuk Pelabuhan dan Bandara Menjelang Motogp Mandalika 2024

Lombok Tengah, NTB – Pulau Lombok akan menjadi tuan rumah bagi salah satu event balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP, pada tanggal 27-29 September 2024. Sirkuit Mandalika di Lombok akan menjadi lokasi digelarnya balapan akbar tersebut yang dinantikan oleh para pecinta balap motor dari seluruh dunia.

Dalam menyambut event internasional ini, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram telah melakukan berbagai persiapan. Sebagai instansi yang memiliki tugas melaksanakan pencegahan masuk dan keluarnya penyakit, penyakit potensial wabah, surveilans epidemiologi, kekarantinaan, pengendalian dampak kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan, pengawasan OMKABA serta pengamanan terhadap penyakit baru dan penyakit yang muncul kembali, bioterorisme, unsur biologi, kimia dan pengamanan radiasi di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara, BKK Mataram berperan penting dalam menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh peserta dan pengunjung MotoGP.

“Persiapan kami mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pemantauan dan pengawasan alat angkut barang dan orang. Salah satunya adalah dengan menerapkan penggunaan aplikasi Satu Sehat Health Pass (SSHP) untuk mengatasi penyebaran penyakit. Ini adalah bentuk respons cepat kami untuk memastikan serangkaian langkah antisipasi,” ujar Kepala BKK Mataram.

Pada hari kemarin dan hari ini, 24-25 September 2024, petugas BKK Mataram juga telah melakukan pemeriksaan karantina terhadap pesawat kargo logistik MotoGP dari Qatar Airways QR 8348. Kegiatan ini meliputi proses scan SSHP, pengawasan bongkar muat, serta disinfeksi melalui penyemprotan muatan pesawat sebelum dibawa keluar dari bandara.

Selain itu, BKK Mataram juga melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), salah satunya adalah pemantauan terhadap kru dan pembalap MotoGP yang dilakukan di dalam ruangan kedatangan domestik dan internasional dengan menggunakan alat thermal scanner milik BKK Mataram. Thermal scanner tersebut bekerja untuk memantau suhu penumpang, dan jika ada salah satu penumpang yang memiliki suhu di atas rata-rata, maka alarm thermal scanner akan secara otomatis berbunyi.

          

Dengan berbagai persiapan yang matang, Lombok siap menjadi tuan rumah yang baik bagi event balap motor bergengsi MotoGP 2024. Diharapkan seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan aman, serta memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pecinta balap motor di seluruh dunia.

“Kami telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan kesehatan dan keselamatan seluruh peserta dan pengunjung MotoGP. Kami berharap event ini dapat menjadi ajang promosi Lombok yang semakin dikenal di kancah internasional,” tambah Kepala BKK Mataram.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Lombok siap menjadi tuan rumah yang baik bagi event MotoGP 2024. Diharapkan event ini dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Lombok, serta menjadi momentum untuk memperkenalkan keindahan alam dan budaya Lombok kepada dunia.

Ayook Sukseskan  Motogp Mandalika

BKKMATARAM

Melangkah cepat Melayani Bangsa

Dinas Perhubungan NTB Gelar Coffee Morning, Bahas Pelabuhan Sehat Demi Tingkatkan Pariwisata

Mataram, 11 September 2024 – Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar acara coffee morning dengan tema “Menuju Pelabuhan Sehat” pada Rabu, 11 September 2024. Acara ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah yang akan dilakukan dalam rangka meningkatkan kunjungan pariwisata di NTB.

Hadir dalam acara tersebut beberapa pejabat penting, di antaranya Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Direktur Lalu Lintas Polda NTB, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, dan Kepala Dinas Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Provinsi NTB. Selain itu, turut hadir pula perwakilan dari ASDP Cabang Pelabuhan Lembar, ASDP Cabang Pelabuhan Kayangan, Pelindo Lembar, Kepala KSOP Lembar, serta Kepala KUPP Pemenang dan Labuhan Lombok.

Sebagai narasumber, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram, dr. Aulianto, memaparkan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menuju pelabuhan sehat. Beberapa hal yang disampaikan oleh dr. Aulianto, antara lain rencana pembentukan forum pelabuhan sehat, kriteria pelabuhan sehat, serta pengelolaan limbah dan vektor penyakit.

 

 

“Forum pelabuhan sehat yang akan dibentuk nantinya tidak hanya akan membahas mengenai penataan area pelabuhan, tetapi juga akan membahas ketertiban dan keamanan di terminal dan tempat-tempat umum lainnya,” jelas dr. Aulianto.

Menurut dr. Aulianto, kriteria pelabuhan sehat di antaranya adalah tempat-tempat umum yang bersih, area pelabuhan yang memiliki tempat pengolahan atau penampungan sampah sementara, serta kamar mandi/toilet dan sarana prasarana yang bersih dengan air yang bebas dari zat kimia dan bakteriologi. Selain itu, pengelolaan limbah padat dan cair juga harus baik agar tidak mencemari lingkungan, serta tidak terdapat tempat perindukan nyamuk, air tergenang, atau saluran air yang tersumbat.

Forum pelabuhan sehat yang akan dibentuk nantinya akan melibatkan berbagai pihak, antara lain Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram, pengelola pelabuhan, pihak keamanan, agen kapal, dan pihak terkait lainnya.

Pelabuhan dan bandara sehat merupakan kondisi wilayah pelabuhan atau bandara yang bersih, aman, nyaman, dan sehat bagi pekerja dan masyarakat dalam melaksanakan aktivitasnya. Hal ini sesuai dengan Permenkes No. 44 Tahun 2014.

Beberapa alasan perlunya pelabuhan dan bandara sehat, di antaranya adanya risiko lingkungan bandara sebagai sumber penyakit dan penyebaran penyakit, serta berkembangnya vektor penyakit. Selain itu, terdapat risiko masuk/keluarnya penyakit karantina dan penyakit menular melalui media lingkungan maupun alat angkut laut/udara. Permasalahan fisik, sosial, dan budaya dalam aspek kesehatan juga perlu diatasi bersama.

Kepala BKK Kelas I Mataram, dr. Aulianto, juga memaparkan konsep pelabuhan sehat, termasuk berbagai standar dan indikator yang harus dipenuhi. Pelabuhan sehat tidak hanya tentang kebersihan fisik, tetapi juga mencakup aspek kesehatan lingkungan, keamanan, serta kenyamanan bagi para pengguna pelabuhan.

Dengan adanya pelabuhan yang sehat, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat, lingkungan, dan juga ekonomi lokal di NTB, terutama dalam upaya meningkatkan kunjungan pariwisata di provinsi tersebut.

BKK Mataram

Melangkah Cepat Melayani Bangsa

Menjaga Kesehatan Global Melalui Kebijakan Vaksinasi Internasional

Hallo Healthy

Dalam era globalisasi saat ini, mobilitas manusia antar negara semakin meningkat. Hal ini membawa konsekuensi penting terkait kesehatan masyarakat global. Beberapa negara memiliki kebijakan masing-masing mengenai jenis vaksin yang diwajibkan bagi pendatang atau pelaku perjalanan. Vaksinasi Internasional bertujuan untuk melindungi kesehatan individu maupun mencegah penyebaran penyakit antar negara.

Salah satu contohnya adalah Negara Arab Saudi yang mewajibkan setiap jamaah Haji dan Umroh untuk mendapatkan vaksin Meningitis sebelum tiba di negaranya. Selain Arab Saudi, banyak negara lain juga memiliki persyaratan vaksinasi bagi pendatang asing. Tentunya, para pelaku perjalanan internasional wajib mematuhi peraturan dan protokol kesehatan yang berlaku di negara tujuan masing-masing.

Tujuan utama dari kebijakan vaksinasi internasional ini adalah untuk melindungi kesehatan masyarakat global. Dengan tervaksinasi, seseorang dapat terhindar dari penyakit atau hanya menderita sakit ringan jika terpapar. Hal ini juga dapat mencegah transmisi penyakit dari satu negara ke negara lain, mengingat mobilitas manusia yang semakin tinggi.

Bukti bahwa seseorang telah melakukan vaksinasi internasional adalah dengan diterbitkannya International Certificate of Vaccination or Prophylaxis (ICV). ICV yang diterbitkan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram dan fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah terverifikasi , dapat digunakan sebagai dokumen kesehatan yang berlaku saat melakukan perjalanan ke luar negeri.

Yukk dapatkan vaksinasi di fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah terverifikasi !

   

Keberadaan kebijakan vaksinasi internasional ini sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat global. Pelaku perjalanan internasional disarankan untuk memahami dan mematuhi persyaratan vaksinasi di negara tujuan. Hal ini tidak hanya melindungi diri sendiri, namun juga orang lain di sekitar kita.

Dengan menerapkan vaksinasi internasional secara konsisten, diharapkan dapat meminimalisir penyebaran penyakit menular lintas batas negara. Upaya ini merupakan tanggung jawab bersama untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat global. Mari kita dukung kebijakan vaksinasi internasional demi kebaikan kita semua.

#salamsehat#

#Balaikarkesmataram#

Evaluasi Penyelenggaraan Embarkasi dan Debarkasi Haji Tahun 2024 M / 1445 H

Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram menggelar rapat evaluasi penyelenggaraan Embarkasi dan Debarkasi Haji Tahun 2024 M/1445 H di Hotel Golden Palace Lombok pada tanggal 10 Agustus 2024 secara daring dan luring. Rapat ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-NTB, Kementerian Agama Provinsi NTB, Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB, UPT Asrama Haji NTB, dan TKHI 2024.

    

Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram, dr. Aulianto, mengatakan tujuan rapat ini adalah untuk mengetahui kekurangan, masalah, dan kendala yang ditemui selama pelaksanaan ibadah haji tahun 2024 serta mencari solusi untuk penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik di masa mendatang. Beliau berharap agar seluruh petugas pemeriksaan kesehatan jamaah haji di fasilitas pelayanan kesehatan harus sesuai dengan SOP, karena masih ditemukan kondisi penyakit yang tidak terkontrol pada musim haji 2024. Petugas diharapkan mencantumkan/menuliskan kondisi/diagnosis calon jamaah haji dengan sebenar-benarnya, serta lebih teliti dalam menginput data pemeriksaan dan diagnosis.

dr.Aulianto juga menekankan pentingnya integritas petugas dalam menghadapi segala intervensi, serta menetapkan kelayakan dan istitaah jamaah haji sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/…/2023. Selain itu, pemantauan kesehatan jamaah haji setelah kepulangan juga perlu ditingkatkan. Beliau menyampaikan bahwa penggunaan dan pemanfaatan e-K3jh Jamaah Haji Provinsi NTB termasuk yang terbaik di tingkat nasional.

Pada akhir sambutannya, dr. Aulianto tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara Ibadah Haji Tahun 2024 atas kolaborasi dan upaya maksimal dalam menyukseskan dan memberikan layanan terbaik selama pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024 yang baru saja berakhir.

Melangkah Lebih Cepat Melayani Bangsa

BKK Mataram

Apel Pagi dan Harpim BKK Kelas I Mataram

Healthy Balai Karkes Mataram

Lombok Tengah,22 Juli 2024

Setiap hari Senin, Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram melaksanakan kegiatan Apel Pagi dan Rapat Pimpinan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BKK Mataram (dr. Aulianto). Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga integritas dan terus meningkatkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta layanan kekarantinaan di Balai Karantina Kesehatan Mataram.

 

Sebagai upaya untuk mengawali hari-hari kerja, Kepala BKK Mataram selalu mengadakan Rapat Pimpinan (Harpim) dengan para Kepala Seksi (Katim). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi program dan kegiatan yang telah dilaksanakan, serta menyinkronkan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan. Hal ini penting dilakukan guna mengidentifikasi permasalahan dan mencari solusinya.

Di samping itu, Kepala BKK Mataram juga rutin melakukan kunjungan lapangan untuk memantau secara langsung pelaksanaan tugas dan fungsi di setiap seksi. Beliau ingin memastikan bahwa seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan standar operasional yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat tetap terjaga dengan baik.

Dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, Kepala BKK Mataram juga mendorong seluruh pegawai untuk aktif mengikuti pelatihan dan pengembangan diri. Hal ini bertujuan agar para pegawai dapat terus meningkatkan kemampuan dan keahlian mereka dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

Selain itu, Kepala BKK Mataram juga memperhatikan kesejahteraan pegawai. Beliau menyadari bahwa kesejahteraan pegawai akan berdampak pada kinerja dan motivasi mereka dalam bekerja. Oleh karena itu, Kepala BKK Mataram selalu berupaya untuk memenuhi hak-hak pegawai dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.

Salam Sehat