Middle East Respiratory Syndrome (MERS)
1. Penjelasan singkat
Middle East Respiratory Syndrome (MERS) adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh MERS-CoV, yaitu salah satu jenis coronavirus. Virus ini terutama berhubungan dengan unta dromedari sebagai sumber penularan dari hewan ke manusia. Penularan antarmanusia dapat terjadi, terutama melalui kontak dekat dan di fasilitas pelayanan kesehatan.
MERS dapat menyebabkan penyakit ringan sampai gangguan pernapasan berat, pneumonia, kegagalan organ, bahkan kematian. Saat ini belum tersedia vaksin atau obat khusus MERS yang berlisensi; pengobatan terutama bersifat suportif sesuai kondisi pasien.
2. Ciri-ciri terkena atau terinfeksi
Gejala MERS dapat berbeda-beda, bahkan sebagian orang tidak menunjukkan gejala. Ciri-ciri yang umum antara lain:
- Demam
- Batuk
- Sesak atau kesulitan bernapas
- Pneumonia/radang paru-paru
- Diare atau gangguan pencernaan
- Lemas dan merasa tidak enak badan
- Pada kondisi berat dapat terjadi gagal napas dan kegagalan organ.
Catatan: Gejala tersebut tidak khusus untuk MERS dan dapat menyerupai penyakit pernapasan lainnya. Diagnosis MERS memerlukan pemeriksaan medis dan tes laboratorium.
3. Cara pemberian pertolongan pertama
Jika seseorang dicurigai terkena MERS, pertolongan pertama yang aman adalah:
- Jauhkan dari kontak dekat dengan orang lain dan, jika memungkinkan, tempatkan di ruangan yang memiliki ventilasi baik.
- Gunakan masker ketika berada dekat dengan orang yang sakit.
- Cuci tangan sebelum dan sesudah memberikan bantuan.
- Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut setelah melakukan kontak dengan pasien.
- Jangan memberikan obat khusus MERS sendiri, karena belum ada terapi spesifik yang berlisensi.
- Segera hubungi fasilitas pelayanan kesehatan, terutama jika terdapat demam disertai batuk dan sesak napas atau terdapat riwayat perjalanan ke wilayah yang melaporkan MERS maupun kontak dengan unta.
- Jika mengalami sesak napas berat, penurunan kesadaran, atau kondisi memburuk, diperlukan pertolongan medis segera.
WHO menyarankan orang yang mengalami gejala penyakit pernapasan setelah perjalanan atau paparan tertentu untuk memberi tahu tenaga kesehatan mengenai riwayat perjalanan dan kemungkinan kontak dengan unta.
4. Cara mencegah terinfeksi
Pencegahan sehari-hari:
- Rajin mencuci tangan dengan sabun.
- Gunakan masker ketika berada di tempat berisiko atau saat merawat orang yang mengalami infeksi pernapasan.
- Tutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin.
- Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
- Hindari kontak dengan unta yang sakit atau dicurigai terinfeksi.
- Jangan mengonsumsi susu unta mentah atau produk hewan yang belum dipasteurisasi.
- Hindari daging yang belum dimasak dengan sempurna.
- Pisahkan makanan mentah dari makanan yang sudah matang untuk mencegah kontaminasi silang.
- Cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh hewan atau produk hewan.
Kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit berat, seperti orang lanjut usia atau orang dengan penyakit kronis tertentu, sebaiknya lebih berhati-hati terhadap kontak dengan unta dan produk unta mentah.
Ringkasnya: MERS ditandai terutama oleh demam disertai batuk dan sesak napas. Jika dicurigai MERS, pisahkan pasien, gunakan masker, jaga kebersihan tangan, dan segera cari bantuan medis. Pencegahan utama adalah menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan hewan yang sakit, serta menghindari produk unta mentah.
Sumber Gambar : https://infeksiemerging.kemkes.go.id/penyakit-virus/middle-east-respiratory-syndrome-mers


